Bagi pemilik sepeda motor, oli mesin merupakan “darah” yang menjaga performa tetap optimal. Fungsi oli bukan hanya sebagai pelumas, tetapi juga pendingin, pembersih, sekaligus pelindung dari gesekan antar komponen. Oleh karena itu, pemilihan oli tidak bisa sembarangan. Banyak pengendara yang masih menganggap semua oli sama, padahal setiap mesin memiliki kebutuhan spesifikasi yang berbeda. Kesalahan dalam memilih oli bisa berakibat fatal terhadap kinerja mesin, termasuk pada motor modern seperti Honda Stylo.
1. Kekentalan Oli Tidak Sesuai
Salah satu spesifikasi terpenting pada oli adalah tingkat kekentalan atau viskositas. Jika oli yang digunakan terlalu kental dari rekomendasi pabrikan, mesin akan terasa lebih berat saat dinyalakan, terutama pada kondisi dingin. Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat dan performa tarikan mesin terasa tertahan. Sebaliknya, bila oli terlalu encer, lapisan pelumas tidak cukup kuat menahan gesekan. Hal ini bisa membuat komponen cepat aus karena gesekan logam langsung lebih mudah terjadi.
2. Suhu Mesin Lebih Cepat Panas
Oli yang tidak sesuai spesifikasi juga memengaruhi kemampuan pendinginan mesin. Oli yang tidak mampu menyalurkan panas dengan baik akan membuat suhu kerja mesin lebih tinggi dari normal. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya performa yang menurun, tetapi juga risiko overheat meningkat. Pada motor berdesain modern seperti Honda Stylo yang digunakan untuk mobilitas perkotaan, stabilitas suhu mesin sangat penting agar umur mesin lebih panjang.
3. Perlindungan Terhadap Komponen Berkurang
Oli mesin dilengkapi dengan aditif khusus yang disesuaikan dengan teknologi mesin tertentu. Ketika salah menggunakan oli, aditif tersebut mungkin tidak bekerja optimal. Misalnya, daya tahan terhadap oksidasi menurun, perlindungan terhadap karat berkurang, atau kemampuan membersihkan kerak tidak maksimal. Akibatnya, komponen vital seperti piston, ring piston, dan katup menjadi lebih cepat kotor, aus, bahkan bisa macet.
4. Performa Mesin Menurun
Banyak pengguna motor yang mengeluh tenaga mesin terasa berkurang setelah penggantian oli. Kondisi ini biasanya dipicu karena spesifikasi oli tidak sesuai. Viskositas yang tidak tepat, daya pelumas yang berkurang, hingga peningkatan gesekan membuat tenaga mesin tersedot lebih banyak untuk mengatasi hambatan internal. Dampaknya, motor terasa kurang responsif meski gas sudah dibuka lebar.
5. Konsumsi Bahan Bakar Boros
Mesin yang bekerja lebih berat karena pelumasan tidak ideal akan otomatis mengonsumsi lebih banyak bahan bakar. Borosnya bensin bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menandakan mesin tidak bekerja efisien. Honda Stylo, yang dirancang sebagai motor stylish dan hemat bahan bakar, tentu tidak akan menampilkan performa terbaiknya bila oli tidak sesuai standar.
6. Risiko Kerusakan Jangka Panjang
Kesalahan penggunaan oli tidak selalu menimbulkan kerusakan instan. Namun dalam jangka panjang, komponen mesin bisa mengalami keausan prematur, timbul kerak berlebih, hingga kerusakan serius seperti piston macet atau silinder baret. Biaya perbaikannya tentu jauh lebih besar dibanding sekadar rutin menggunakan oli dengan spesifikasi yang tepat.
7. Garansi Bisa Hangus
Selain risiko teknis, kesalahan memilih oli juga dapat berdampak pada aspek non-teknis. Jika motor masih dalam masa garansi, penggunaan oli yang tidak sesuai anjuran pabrikan bisa menjadi alasan penolakan klaim. Artinya, pemilik motor akan menanggung sendiri biaya perbaikan meski seharusnya masih ditanggung garansi.
Kesimpulan
Oli mesin bukan sekadar cairan pelumas, melainkan elemen vital yang menentukan umur dan performa mesin. Salah memilih oli dengan spesifikasi berbeda dari anjuran pabrikan dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari mesin cepat panas, performa menurun, konsumsi bahan bakar boros, hingga kerusakan parah pada komponen internal.Untuk motor harian modern seperti Honda Stylo, memilih oli dengan spesifikasi tepat adalah bentuk perawatan paling sederhana namun sangat penting. Jangan tergiur hanya pada harga murah atau promosi, karena kerugian akibat kerusakan mesin jauh lebih besar dibanding penghematan sesaat. Pastikan selalu memeriksa rekomendasi viskositas dan standar oli yang disarankan pabrikan agar motor tetap nyaman, irit, dan awet digunakan dalam jangka panjang.

